Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrim. Perubahan dapat terlihat dimana seseorang bisa merasakan bahagia yang berlebihan hingga berubah menjadi depresi secara drastis. Hal ini dapat menyebabkan perilaku yang berisiko, cenderung merusak hubungan dengan lingkungan luar dan karir, dan adanya kecenderungan untuk bunuh diri jika tidak segera diobati.

Penyebab Gangguan Bipolar

Hingga kini penyebab gangguan bipolar belum sepenuhnya diketahui. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mereka telah mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang gambaran dari gangguan bipolar yang meliputi peningkatan suasana hati tertinggi yaitu gembira yang belebihan cenderung maniak hingga ke posisi terendah yaitu depresi berat, bersamaan dengan berbagai gejolak suasana hati yang ekstrem diantaranya.

Gangguan bipolar sering terjadi dalam satu keluarga dan genetik cukup memiliki peranan tinggi pada gangguan suasana hati ini. Lingkungan dan gaya hidup juga berpengaruh pada seberapa parahnya gangguan bipolar. Pengalaman atau peristiwa stres yang dialami, konsumsi alkohol, atau penyalahgunaan obat dapat membuat gangguan bipolar lebih sulit untuk diobati.

Para ahli percaya bahwa sebagian dari gangguan bipolar disebabkan oleh masalah mendasar pada bagian otak tertentu dan keseimbangan kimia pada otak yang disebut neurotransmitter.

Tiga cairan kimia otak, yaitu noradrenalin (norepinefrin), serotonin dan dopamin berpengaruh dalam fungsi otak dan tubuh. Noradrenalin dan serotonin telah secara konsisten dikaitkan dengan gangguan kejiwaan suasana hati seperti depresi dan gangguan bipolar. Dopamin umumnya terkait dengan sistem kesenangan otak. Gangguan terhadap sistem dopamin ini berhubungan dengan kejiwaan dan skizofrenia, gangguan mental yang parah ditandai dengan penyimpang dalam melihat kenyataan dan pola pikir dan perilaku yang tidak logis.