Depresi

Depresi

Depresi merupakan sebuah perasaan sedih dan amat sangat tertekan. Perasaan tertekan dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari kehilangan, perjuangan hidup yang berat, atau harga diri yang terluka. Akan tetapi, perasaan sedih yang tidak berkesudahan ini meliputi perasaan tak berdaya, putus asa, dan merasa tidak berharga. Depresi merupakan sebuah perasaan yang melebihi kesedihan. Jika dibiarkan, maka depresi dapat berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari.

Tanda-Tanda Depresi

Jika ingin mengetahui apakah Anda sedang mengalami depresi, berikut adalah tanda-tanda orang yang terkena depresi:

  • Perasaan sedih dan tertekan yang dirasakan sepanjang hari, terutama di pagi hari
  • Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau bersalah yang dialami setiap hari
  • Gangguan konsentrasi dan merasa ragu-ragu
  • Insomnia yaitu ketidakmampuan untuk tidur atau hipersomnia yaitu tidur berlebihan yang dialami hampir setiap hari
  • Tidak tertarik pada kenyataan dan kesenangan dalam hidup
  • Ingin segera mengakhiri hidup dengan kematian atau bunuh diri
  • Diliputi rasa gelisah
  • Penurunan berat badan secara signifikan

Tanda utama dari depresi adalah suasana hati yang selalu tidak baik, kehilangan minat terhadap kegiatan yang disukai sebelumnya, dan merasa tertekan terus menerus. Untuk mendiagnosis depresi dokter membutuhkan waktu 2 minggu untuk menyatakan bahwa Anda positif mengalami depresi. Jika sepanjang hari selama 2 minggu tersebut Anda mengalami tanda-tanda diatas, maka Anda sedang merasa depresi.

Jenis Depresi

Ada beberapa jenis depresi, antara lain adalah:

Selain jenis-jenis depresi diatas, ada pula jenis-jenis depresi lainnya, seperti:

  • Depresi Ganda : Kondisi dimana penderita depresi kronis (dysthymia) mengalami episode depresi yang terberat
  • Depresi Sekunder : Depresi yang berkembang setelah pengembangan kondisi medis, seperti hipotiroidisme, stroke, parkinson, AIDS, dan masalah kejiwaan seperti skizofrenia atau bulimia
  • Depresi Tersembunyi : Depresi yang tersembunyi dibalik keluhan fisik. Padahal, tidak ditemukan penyebab dari keluhan fisik tersebut

Depresi Pada Anak-Anak

Dapatkah seorang anak terkena depresi? Fakta menuturkan bahwa 1 dari 33 anak mungkin mengalami depresi. Anak-anak mungkin pernah merasa sedih. Namun, tidak selalu penyebab kesedihan anak-anak adalah depresi. Akan tetapi, jika kesedihan pada anak-anak tersebut terus berlanjut dari hari ke hari, maka ia mungkin mengalami depresi. Selain itu, depresi pada anak-anak dapat dilihat dari perilakunya yang mulai mengganggu aktivitas normal sosial, sekolah dan kehidupannya dalam keluarga.

Depresi Pada Remaja

Remaja dikenal dengan tingkat emosional mereka yang masih labil. Pada saat puber, remaja tentu pernah merasa sedih karena berbagai macam hal. Ketika remaja merasa sedih selama lebih dari dua minggu dan tidak kunjung membaik, mungkin gejala-gejala depresi sedang menghinggapinya. Menurut penelitian, saat ini 1 dari 11 remaja mempunyai kemungkinan untuk terserang depresi. Tanda-tanda lain jika remaja sedang mengalami depresi meliputi: sering merasa tidak nyaman atau mudah tersinggung jika sedang bermain bersama teman-temannya, kurang bisa menikmati saat menjalani aktivitas rutin favoritnya, atau prestasinya di sekolah tiba-tiba merosot.

Penyebab Depresi

Semua Orang Punya Peluang yang Sama Terkena Depresi

Semua orang dari latar belakang apapun punya peluang besar untuk terkena depresi. Banyak yang menilai bahwa pria adalah pihak yang lebih rentan terkena depresi, tetapi wanita juga tak kalah besar kemungkinannya untuk mengalami depresi. Depresi bisa dialami oleh orang-orang yang sudah dewasa, utamanya ketika menginjak pada usia 20-an. Permasalahan pribadi menjadi pemicu utama seseorang mengalami depresi, ditambah dengan kesibukan-kesibukan yang lain.

Depresi Bisa Muncul Kapan Saja Secara Perlahan

Depresi bisa muncul kapan saja secara perlahan dan tak terduga. Bahkan depresi tidak dapat diketahui secara pasti pada seseorang. Sehingga, depresi bisa membuat seseorang mendadak jatuh sakit. Ketika mengalami depresi, penderita seakan-akan merasa ingin secepatnya melalui segala aktivitas pada hari tersebut dan akan terus begitu. Penderita seakan tak memiliki semangat untuk bekerja, sekolah, atau mengikuti kegiatan sosial yang ada di sekitar. 

Pengobatan

Depresi adalah masalah kesehatan psikologis yang terkait dengan perubahan suasana yang terjadi di dalam otak. Bukti nyata bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami depresi bisa dilihat dari hasil scan kondisi otak orang tersebut apakah menunjukkan tingkat aktivitas yang normal pada otak atau sebaliknya. Senyawa penting dalam otak yang mengalirkan sinyal dari syaraf terlihat tidak seimbang pada orang yang terkena depresi. Sehingga, penderita depresi akan mampu disembuhkan jika ditangani dengan metode yang tepat. Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan untuk penderita depresi.

Konsumsi Obat Anti-Depresan 

Dalam riset besar yang diadakan oleh National Institute of Mental Health, 70% orang mampu disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan anti-depresan. Namun hal tersebut bukanlah langkah terpenting dalam upaya penyembuhan depresi. 

Melakukan Psikoterapi

Orang-orang yang sedang depresi disarankan untuk melakukan terapi yang dipandu oleh profesional yang ahli di bidangnya karena mereka mampu menyembuhkan depresi yang dialami secara perlahan sampai bisa hilang sepenuhnya. Berbagai jenis latihan psikoterapi akan membantu dalam upaya mengobati depresi dengan cara mengatasi pikiran negatif dalam diri, mencurahkan seluruh isi perasaan. Salah satu psikoterapi yang dapat dilakukan adalah terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT). Melalui terapi ini, penderita belajar untuk kembali mengenali cara berpikir dan bagaimana menunjukkan perilaku yang seharusnya. Kalau selama ini penderita sering memikirkan hal-hal buruk serta memandang segala sesuatunya terlihat buruk, dengan terapi tersebut nantinya secara bertahap penderita akan diarahkan untuk memiliki pikiran yang lebih optimis dan memperbaiki suasana hati menjadi lebih positif. 

Berolahraga

Hasil riset menunjukkan bahwa dengan melakukan latihan fisik secara rutin dengan intensitas cukup dapat memperbaiki pikiran dari pengaruh depresi. Berolahraga sama halnya dengan mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan depresi tingkat ringan maupun sedang. Maka mulai sekarang, ambilah langkah awal untuk berolahraga. Berolahraga dapat dilakukan secara bersama-sama guna menumbuhkan rasa percaya diri terhadap lingkungan sosial, serta memperbaiki suasana hati menjadi lebih bahagia.