Depresi Postpartum

Depresi Postpartum

Depresi postpartum adalah depresi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Depresi ini umumnya dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan. Jenis depresi postpartum yang ringan akan sembuh dalam beberapa minggu tanpa membutuhkan penanganan medis. Namun, ada pula wanita yang mengalami depresi ini selama menahun.

Penyebab Depresi Postpartum

Penyebab pasti dari depresi postpartum masih diperdebatkan di kalangan profesional medis.Sebagian besar dokter percaya bahwa perubahan hormonal selama kehamilan dan persalinan berkontribusi menyebabkan depresi ini. Estrogen dan progestron adalah hormon reproduksi wanita yang meningkat 10 kali lipat selama masa kehamilan. Setelah melahirkan, hormon tersebut dan beberapa hormon lain, seperti endorfin, kortisol, prolaktin, dan corticotropin akan menurun secara drastis. Perubahan hormon secara signifikan tersebut memicu depresi pasca melahirkan.

Disamping itu, wanita yang memiliki riwayat depresi dan gangguan kecemasan berisiko lebih tinggi mengalami depresi postpartum. Adapun beberapa faktor berikut juga meningkatkan risiko depresi postpartum:

  • Sejarah PMS yang parah
  • Depresi atau kecemasan selama kehamilan
  • Riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami depresi, gangguan kecemasan, atau penyalahgunaan alkohol
  • Perisitiwa yang menimbulkan stres, seperti penyakit atau kematian orang yang dicintai, kondisi keuangan yang buruk, dan kesulitan di lingkungan sehari-hari
  • Kurangnya dukungan emosional dari keluarga atau pasangan
  • Rendah diri
  • Tidak dapat mengelola stres dengan baik
  • Tidak siap menjadi ibu
  • Kurang tidur
  • Kehamilan yang tidak diinginkan
  • Pengalaman pertama memiliki bayi

Pria juga dapat mengalami depresi postpartum, khususnya seorang ayah baru. Umumnya, pria yang sering mengalami depresi ini biasanya adalah ayah tiri, pria yang pasangannya depresi, pria yang ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya, pengangguran, berada di bawah tekanan berat, dan terisolasi secara sosial.

Gejala Depresi Postpartum

Gejala depresi postpartum ringan meliputi:

  • Kesedihan
  • Kecemasan
  • Kesulitan tidur

Gejala ringan tersebut muncul dalam beberapa hari setelah melahirkan, tetapi akan hilang dalam waktu 10 – 12 hari. Pengobatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan depresi postpartum ringan adalah kepastian dan bantuan dari asisten rumah tangga atau perawat bayi.

Akan tetapi, seseorang dapat mengalami depresi postpartum selama berbulan-bulan hingga tahunan. Gejala depresi postpartum berat antara lain adalah:

  • Merasa tidak mampu merawat bayi dan diri sendiri
  • Tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti berpakaian, memasak, dan bekerja

Pengobatan Depresi Postpartum

Anda mungkin merasa malu untuk berterus terang mengenai gejala depresi postpartum yang dirasakan kepada pasangan atau keluarga. Oleh karena itu, lakukan konsultasi dengan profesional kejiwaan dan mental untuk menceritakan apa yang Anda rasakan. Mereka akan membantu Anda untuk memulihkan perasaan depresi sehingga bisa beraktivitas dan mengurus bayi kembali.

Jika Anda mengalami halusinasi atau delusi tentang diri sendiri atau bayi Anda, segera hubungi rumah sakit atau pergi ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan. Kondisi ini merupakan postpartum psikosis, keadaan yang paling parah dan reaksi depresi postpartum yang langka. Apabila Anda mengalami kondisi ini, segera dapatkan penanganan medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.