Dehidrasi

Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Hal ini dapat terjadi ketika Anda berhenti minum air atau kehilangan sejumlah besar cairan karena diare, muntah, berkeringat, atau berolah raga. Kekurangan cairan dapat menyebabkan kram otot dan kemungkinan menyebabkan pingsan. Umumnya, tubuh menyerap cairan dari darah dan jaringan tubuh lainnya. Tapi pada saat mengalami dehidrasi, Anda tidak lagi memiliki cukup cairan dalam tubuh untuk mengalirkan darah ke organ-organ tubuh. Hal ini akan berakibat pada tubuh mengalami syok yang merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Dehidrasi dapat terjadi pada semua usia, tetapi yang paling berbahaya bagi bayi, anak-anak kecil, dan orang dewasa yang lebih tua.

Dehidrasi Pada Manula

Manula memiliki tingkat terkena dehidrasi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan:

  • Memilih untuk tidak minum karena ketidakmampuan untuk mengontrol kandung kemih (inkontinensia)
  • Memiliki ginjal yang tidak bekerja dengan baik
  • Tidak minum karena tidak merasa haus
    ● Memiliki masalah fisik atau penyakit yang membuatnya:

    • Sulit untuk minum atau memegang gelas
    • Nyeri ketika mau bangun dari kursi
    • Nyeri atau lelah ketika mau pergi ke kamar mandi.
    • Sulit berkomunikasi dengan seseorang mengenai gejalanya
    • Ambil obat-obatan yang meningkatkan keluarnya
    • Tidak memiliki cukup uang untuk makan

Bagi anak kecil, bayi, dan dewasa patut diperhatikan kapan terakhir mereka mengidap penyakit yang menyebabkan demam tinggi, muntah, atau diare. Apabila Anda sedang terkena penyakit ini, cek gejala awal dehidrasi:
● Mulut dan mata lebih kering dari biasanya
● Warna urin menjadi lebih gelap dari biasanya
● Merasa lelah atau pusing