Anemia

Anemia

Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika darah kekurangan sel-sel darah merah atau hemoglobin yang sehat. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Jika mengalami kondisi dimana jumlah sel-sel darah merah terlalu sedikit atau hemoglobin tidak normal atau rendah, sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Gejalanya antara lain seperti kelelahan yang terjadi karena organ tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik.
Pada tahun 2013 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevelansi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%. Sedangkan di seluruh dunia menurut WHO, pada tahun 2008 prevelansi pada ibu hamil mencapai angka 41,8%. Wanita, anak-anak, dan orang-orang dengan penyakit kronis berada pada peningkatan risiko terkena penyakit tersebut.

Faktor Risiko Anemia

a. Genetis: Jenis tertentu dari anemia berasal dari keturunan sehingga bayi mungkin akan terpengaruh dari masa kehamilan.
b. Wanita: Di masa-masa produktif, wanita sangat rentan terhadap anemia defisiensi zat besi karena kehilangan darah dari menstruasi dan tuntutan pasokan darah akan meningkat selama kehamilan.
c. Lansia: Orang dewasa yang lebih tua juga mungkin memiliki risiko lebih besar  karena pola makan yang buruk serta kondisi medis lainnya yang mendukung terjadinya anemia.
Ada banyak jenis anemia. Semua sangat berbeda dalam hal penyebab dan pengobatannya. Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis yang paling umum. Jenis tersebut dapat diatasi dengan perubahan asupan gizi dan suplemen zat besi. Beberapa bentuk anemia, seperti yang berkembang selama kehamilan bahkan dianggap normal. Namun, beberapa jenis lainnya dapat menimbulkan masalah kesehatan seumur hidup.