ADHD

ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, kondisi yang meliputi tindakan impulsif, tidak perhatian, dan hiperaktivitas. Setiap penderita ADHD mungkin memiliki gejala yang berbeda-beda. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalami ADHD, tetapi gejala ini umumnya dimulai pada saat masa kanak-kanak. Penderia ADHD dewasa biasanya memiliki kesulitan manajemen waktu, menetapkan tujuan, dan melakukan pekerjaan.

Jenis ADHD

Perawatan ADHD berbeda-beda sesuai dengan jenis. Adapun ADHD dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Tipe Lalai (Inattentive Type)

Seseorang dengan ADHD tipe lalai memiliki setidaknya 6 dari 9 gejala ini dan disertai dengan sedikit gejala hiperaktif-impulsif:

  1. Tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap segala hal
  2. Membuat kesalahan karena kecerobahan
  3. Tidak mendengarkan
  4. Gagal untuk fokus dan perhatian pada pekerjaan
  5. Tidak mampu mengikuti dan memahami instruksi
  6. Menghindari tugas-tugas yang membutuhkan usaha
  7. Sering merasa terganggu
  8. Menjadi pelupa
  9. Kehilangan hal-hal penting yang diperlukan untuk bekerja
  • Tipe Hiperaktif-Impulsif (Hyperactive-Impulsive Type)

Seseorang dengan ADHD tipe hiperaktif-impulsif memiliki setidaknya 6 dari 9 gejala ini dan disertai dengan sedikit gejala lalai:

  1. Gelisah
  2. Sering menggeliat
  3. Sering bangun ketika duduk
  4. Berjalan atau mendaki di waktu yang tidak pas
  5. Sulit bermain dan beraktivitas dalam keadaan tenang
  6. Berbicara terlalu banyak
  7. Tidak bisa menunggu giliran untuk berbicara
  8. Sering menyela orang lain
  9. Sering berjalan secara tiba-tiba seperti digerakkan oleh mesin
  • Gabungan dari Kedua Tipe

Ini merupakan jenis yang paling umum dialami penderita ADHD. Orang dengan yang memiliki kombinasi kedua tipe ADHD mempunyai gejala dari tipe lalai dan hiperaktif-impulsif.

Masalah Akibat ADHD Pada Orang Dewasa

ADHD mungkin sulit terlihat pada masa kanak-kanak. Namun, ADHD pada orang dewasa cukup jelas gejalanya dan memiliki potensi untuk menimbulkan masalah-masalah berikut:

Sulit untuk Terorganisir: Penderita ADHD tidak bisa menyelesaikan tanggung jawab dengan baik. Bahkan, mereka sulit untuk bergabung dalam organisasi.

Kecelakaan Lalu Lintas: Mengemudikan kendaraan dengan sembrono adalah ciri penderita ADHD. Mereka sulit untuk fokus saat berkendara. Akibatnya, masalah ini bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Masalah Perkawinan: Penderita ADHD kerap kali mengalami permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya. Mereka tidak peduli terhadap komitmen dan perasan pasangannya. Oleh karena itu, pasangan akan lebih mudah tersinggung dan memicu konflik dalam rumah tangga.

Sangat Mudah Terganggu: ADHD adalah masalah yang terkait dengan perhatian. Mereka sulit bekerja dalam suasana yang hiruk pikuk. Hal-hal sepele yang mungkin diabaikan oleh orang lain dapat sangat mengganggu aktivitas penderita ADHD.

Tidak Mampu Mendengarkan: Dalam hal ini, pengidap ADHD bukan berarti tuli. Akan tetapi, mereka kurang perhatian sehingga keterampilan mendengarnya jadi buruk.

Gelisah: Pengidap ADHD jadi mudah gelisah dan tidak bisa bersantai. Mereka cenderung lebih suka panik atau tegang saat menghadapi suatu hal.

Masalah Terhadap Pekerjaan: Penderita ADHD memiki kecenderungan suka menunda pekerjaan atau tugas sehari-hari. Akibatnya, segala sesuatu hal jadi terbengkalai dan memicu permasalahaan di tempat kerja, rumah, dan lingkungan sehari-hari.

Keterlambatan: Salah satu masalah yang dialami penderita ADHD adalah mereka sering meremehkan waktu untuk menyelesaikan tugas. Akhirnya, mereka selalu mengalami keterlambatan untuk menyelesaikan setiap hal.

Mudah Emosi: Amarah yang meledak begitu saja sering terjadi pada pengidap ADHD. Mereka mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi dan perasaan lainnya.

Memprioritaskan Isu: Gagal memenuhi kewajiban, seperti mencapai batas waktu mengumpulkan pekerjaan, adalah hal yang sering dialami penderita ADHD. Waktu mereka lebih banyak terbuang untuk hal-hal lain yang tidak penting.